Senin, 09 November 2009

tamu sastra

matanya penuh tanya,memantulkan rasa yang berbeda terhadap indera
ia berjuluk tamu
ia semakin mempertajam tatapanya
dan beberapa lama hanya mata yang saling menerka
lalu dorongan mamaliaku memaksa untuk mendekatinya
bertgur sapa dengannya
tadinya amat garing dansangat kaku
namun setelah perbincangan panjang
dibawah sinar rembulan dan padamnya lampu
aku tertarik dengan dirinya ia menghargai karyaku
dia juga maniak sastra walau belum pernah membaca tulisannya langsung tapi aku yakin dia lebih maniak dariku
ku tunggunya karyanya de"
dan selamat datang tamu sastra
ukirlah mimpimu dikolong langit lalu hanturkan doa kepada sangn pemilik mimpi,bekerjlah untuk meraihnya

Senin, 19 Oktober 2009

mari duduk sejenak

kata sapa yang kupilih untuk menyapamu adalah sebentuk kalimat pilihan dari ratusan kata yang telah kutulis,
hay..sobat mari duduk bersama disini duduk sejenak
mari bicara, jangan bungkam begitu
aku bukan superwoman yang punya mata bionik yang dapat membaca maumu lewat matamu

pernahkah kau jenuh kawan

bias cahaya tak lagi mengikut di ekor pejuangan, tapi meronta kita untuk terus mengais semakin dalam cahaya itu agar kita tak kegelapan, tapi suatu hari pernah cahaya itu sembunyi dariku mungkin berniat mengujiku seberapa tangguh aku berdiri tanpa sinarnya,
akupun tak mengerti semua menjenuhkan saat sinar itu tak ada di pengkihatan mata, hati kosong dan tiba2 saja aku menhindari segala apa yang ada, bahkan memutuskan komunikasi dengan siapapun,, garing dan tak punya semangat.... tapi aku tetap mencoba meyakinkan diri bahwa pasti cahaya itu akan datang dan kuputuskan untuk sabar menunggunya, dan benar saja pada titik puncak kejenuhan itu aku hampir menangis buta berdarah kalao saja sinar itu tak memunculkan sinarnya untukkku.
kawan.kawan maafkan aku
dan sekarang kusadar semua harus dilalui